
Aceh Tamiang – Senin, 22 Desember 2025.
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tamiang akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit air hujan menyebabkan genangan meluas hingga ke permukiman warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian.
Berdasarkan pantauan di lapangan dan rekaman video yang beredar, banjir di Aceh Tamiang dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama, sehingga menyebabkan sungai-sungai utama meluap. Selain faktor alam, kondisi geografis Aceh Tamiang yang berada di wilayah dataran rendah dan dekat dengan aliran sungai turut mempercepat meluasnya genangan air.
Selain itu, berkurangnya daya resap tanah akibat alih fungsi lahan serta sedimentasi sungai diduga memperparah kondisi banjir. Air dengan cepat memasuki kawasan permukiman warga dan merendam rumah-rumah dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki hingga mencapai lutut orang dewasa.
Hingga Sabtu(20/12/2025) Ayub Zulkifli selaku koresponden Gugus Hukum Lingkungan, banjir masih menggenangi sejumlah desa di Aceh Tamiang. Ratusan rumah warga dilaporkan terendam, memaksa sebagian masyarakat untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Dalam video yang beredar, terlihat warga dievakuasi menggunakan perahu darurat menyusuri jalan-jalan yang berubah menjadi aliran air.

Tidak hanya permukiman, jalan utama penghubung antarwilayah lumpuh total, sehingga aktivitas transportasi dan distribusi logistik terganggu. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas akibat ketinggian air dan arus yang cukup deras di beberapa titik.
Sektor pertanian juga mengalami dampak signifikan. Sawah dan perkebunan warga terendam air, mengancam gagal panen dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani. Tanaman padi yang siap panen dan komoditas perkebunan dilaporkan rusak akibat terendam terlalu lama.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan telah melakukan evakuasi warga terdampak ke pos pengungsian sementara. Bantuan darurat berupa logistik makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar mulai disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap ketinggian air serta kondisi cuaca, mengingat potensi hujan masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah mengimbau masyarakat Aceh Tamiang, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga, mematikan aliran listrik saat banjir, serta segera mengungsi apabila kondisi dinilai membahayakan keselamatan.
Hingga saat ini, upaya penanganan masih terus dilakukan sambil menunggu air surut dan situasi kembali normal.
Youtube:
https://youtube.com/shorts/PgSZZH3dkZ4Tiktok :
https://vt.tiktok.com/ZSP7d2Qys/

